Ulasan Nokia 216 dari Microsoft
Ulasan Nokia 216 dari Microsoft

Ulasan Nokia 216 dari Microsoft

Ulasan Nokia 216



Tahun lalu, tepatnya tanggal 17 November 2016 Nokia di bawah bendera Microsoft mengeluarkan feature phone terbaru mereka dengan nama Nokia 216. Harga yang disarankan waktu itu adalah sekitar 450.000. Kebetulan saya mendapatkannya bulan ini dengan harga 400.000 ditambah garansi satu tahun. Asal jangan sengaja mencelupkannya ke dalam air atau melemparnya sebagai senjata. Ini bukan Nokia 3310.

Dikutip dari laman Nokia, ponsel ini mampu menapung 2000 daftar kontak, dengan ringtones MP3, tinggi 188mm dan lebar 50.2mm. Beratnya sendiri 82.6 g. Cukup ringan digenggam. Meski bagian belakang terbuat dari bahan plastik, tapi tidak terlalu licin, walaupun dalam keadaan tangan berkeringat. Untuk sisi keypad-nya sendiri sangat nyaman digunakan, dengan jarak setiap tombol yang cukup lebar. Pada bagian atas, ada slot micro-USB untuk pengisian daya, dan audio jack 3.5 untuk headset.

Pada sisi konektivitas, ada dua slot micro-sim yang hanya mentok di jaringan 2G. Kalaupun ingin internetan hanya sebatas EDGE, dengan browser Operan Mini versi 4. Di menu utama ada aplikasi Facebook, Mobile Store, dan Bing, tapi pada saat saya membukanya pertama kali, aplikasi ini tidak bisa dibuka. Setelah upgrade Opera Mini, baru bisa, meski langsung mengarah ke browser Opera Mini-nya sendiri.

Layar ponsel ini bertipe TFT berukuran 2.4 inchi saja dengan resolusi QVGA (320 x 240). Namun, cukup lega dan jernih. Pada bagian belakang dan depan ada kamera VGA dengan masing-masing flash. Untuk mereka yang suka selfie, rasanya akan kecewa dengan resolusi ini.
Pada laman Nokia tertera memori RAM ponsel ini berkapasits 16 MB. Saya rasa informasi ini bukan untuk memori internalnya, karena setelah diperiksa memori internal ponsel yang saya dapat hanya sebatas 1.4 MB. Namun, kekurangan ini ditutupi oleh memori tambahan bertipe MicroSD yang bisa menampung 32 GB. Cukup lega untuk menyimpan ribuan lagu dan berbagai jenis file hiburan lainnya.

Pada sisi aplikasi, kalian bisa mengunduh aplikasi dan game dari ponsel ini, atau mobile store. Dan kabarnya mampu menjalankan aplikasi Whatsapp.
Saya pernah satu kali mencobanya dan memang gratis. Namun, saya cukup kecewa ketika mengunduh aplikasi dari tempat lain yang berjenis JAVA. Beberapa aplikasi JAVA ada yang tidak bisa terinstal sempurna. Sistem operasi yang digunakan pada ponsel ini adalah S30+, bukan S40 yang bisa dikatakan sebagai ponsel JAVA.

Saya mencoba mengunduh beberapa aplikasi dan game JAVA dari tempat lain. Sebagian bisa diinstal, sebagian tidak. Yang terinstal pun ada sebagian yang tidak bisa dibuka, dan sebagian lagi berjalan normal. Tapi, pada aplikasi pemutar musik seperti KD Player dan TTPod, yang cukup terkenal di ponsel JAVA. Apalikasi itu tidak berjalan sempurna. Keduanya bahkan tidak dapat memutar satu lagu pun.

Saya pun kemudian mencari tahu soal OS S30+ ini dan bertemu dengan file berekstensi .vxp. File ini tidak perlu diinstal ke dalam ponsel, karena bisa dibuka begitu saja. Namun, beberapa file jenis ini pun ada yang tidak bisa dibuka, terutama pemutar musiknya.

Kekecewaan saya bertambah, karena pemutar musik bawaan Nokia 216 ini hanya ada beberapa menu saja, seperti Semua Lagu (lagu dibagi dalam kelompok folder tempat mereka disimpan), Lagu Favorit, Diterima, Tambahkan ke Favorit, Jadikan Nada, dan Pengaturan. Tidak ada menu artis atau album, meski cover atau gambar dari MP3 bisa ditampilkan hampir selebar layarnya.

Menu lainnya yang seakan-akan menjadi hal wajib tersemat pada ponsel jenis ini adalah, alarm, clock with ringtones, calculator, calendar, clock, flashlight, notes, recorder, reminders, dan FM Radio.
Beberapa waktu menggunakan ponsel ini, saya tidak mengalami kendala yang berarti, kecuali kekecewaan saya pada file berjenis .jar dan .vxp yang sebagian tidak bisa berjalan sempurna. Meskipun begitu, hal tersebut ditutupi oleh keawetan baterainya yang berkapasitas 1020 mAh, yang digadang-gadang dapat standby sekitar 24 hari lebih, dengan waktu bicara 18 jam, dan memutar musik 47 jam lebih. Saya hanya mengisi ulang tiga hari sekali dalam pemakaian normal.

Ponsel ini memang kalah jauh dari smartphone Android yang beredar di pasaran. Tapi, jika kalian ingin sesuatu yang beda dan nyentrik, atau hanya memprioritaskan pada panggilan telepon dan SMS, tanpa menghilangkan sisi hiburannya, maka ponsel ini cukup tepat untuk dibawa pulang.

Baca juga:

Admin
Opreker jarang mandi


EmoticonEmoticon